Jumat, 17 Juli 2009

saya melihat cara kalian sudah benar

Sepasang anak muda mengunjungi seorang Seksolog.
Anak muda : Dokter, kami adalah suami istri yang baru menikah. Kami ingin tahu apakah cara kami berhubungan seks sudah benar atau belum. Maukah dokter melihatnya?
Seksolog tersebut agak kaget sebentar, namun kemudian setuju. Kedua anak muda tersebut lalu naik ke ranjang praktek dan melakukan hubungan seks. Setelah mereka selesai, Seksolog tersebut berkata.
Seksolog : Ya, cara kalian sudah benar. Biayanya Rp. 25.000,-
Setelah membayar, keduanya lalu pulang. Namun keesokan harinya mereka muncul lagi kepada Seksolog tersebut. Kali ini keduanya melakukan hubungan seks dalam posisi yang berbeda. Demikian seterusnya selama 4 hari berturut-turut mereka kembali dan selalu melakukan seks dengan gaya dan posisi yang berbeda.
Pada hari kelima, Seksolog tersebut tidak tahan lagi.
Seksolog : Saya melihat bahwa cara kalian sudah benar dan kalian sudah ahli dalam hubungan seks. Mengapa kalian selalu kembali lagi?
Anak Muda : Kamar hotel terlalu mahal. Sedangkan disini cuma Rp 25.000,00. Di samping itu biaya ke dokter akan diganti oleh kantor saya.

Saya punya berita buruk tentang kesehatan anda

Seorang pria merasa pergelangan tangannya snut-snutan, lalu ia mengunjungi seorang dokter untuk pengobatan.
Pria : “Dok . . pergelangan tangan saya terasa nyeri . . .”
Dokter : “Apa yang telah Bapak lakukan ?”
Pria : “Saya habis bermain tenis. Mungkin karena terlalu memaksa . . . sekarang jadi terasa sakit di sini . .” sambil menunjukan pergelangannya
yang memar.
Dokter : “Kebetulan sekali. Saya punya alat cek up otomatis yang bisa mendeteksi segala jenis penyakit dengan tepat.”
Sambil memberikan sebuah botol, dokter itu kemudian berkata :
“Saya Minta urin (air kencing -Red) Bapak dituangkan di sini.”
Tanpa ragu-ragu pasien tsb membuang urinnya ke botol tsb. Lalu dokter meletakan botol yang telah berisi urin ke sebuah mesin. Mesin berbunyi sebentar, lalu mengeluarkan secarik kertas.
Dokter : “Ini laporannya . . . menurut mesin ini, otot pergelangan tangan anda memang terkilir.”
Pria itu sangat kagum dengan mesin si dokter. Pikirnya hanya dengan urin, maka bisa diketahui penyakit yang tepat. Setelah mendapatkan pengobatan, pria tersebut keluar ruang praktek. Di luar ia bertemu suster yang kemudian
memberikannya sebuah botol yang sama.
Suster : “Bapak kalau ada masalah lagi tidak perlu repot-repot ke sini. Cukup isi botol ini dengan urin Bapak, terus kirim botolnya ke sini untuk diperiksa. ”
Pria itu mengangguk setuju. Beberapa hari kemudian, pria itu berpikir untuk ngerjain si dokter. Dengan mesin canggihnya. Ia meminta anak perempuannya kencing di botol tersebut. Kemudian ia mencampurnya
dengan oli mobil, lalu melakukan [maaf] onani dan mencampur ‘hasilnya’ ke dalam botol. Botol itu kemudian kalau isi dikocok sehingga tercampur merata. Pikirnya, dokter tidak akan tahu urin ini sudah dicampur dengan
berbagai zat. Keesokan harinya ia datang sendiri ke dokter dan menyerahkan botol untuk diperiksa. Setelah menunggu lebih dari 3 jam, akhirnya dokter tersebut ke luar dengan membawa secarik kertas
laporan.
Dokter : “Saya punya berita buruk tentang kesehatan anda !”
Pria sambil tersenyum culas : “Wah . . . ada apa Dok ?
Katakan saja biar saya bisa tahu sekarang.”
Dokter : “Baiklah kalau anda memang bersikeras untuk mengetahuinya.
PERTAMA, anak perempuan anda sedang hamil. KEDUA, mobil anda perlu diganti olinya. Dan yang KETIGA, otot pergelangan tangan anda tidak akan
sembuh kalau anda masih sering onani!”

malam pertama 3 gadis

“Di saat orang memperingati hari kemerdekaan RI, 3 sanak bersaudara ini malah bernostalgia tentang malam pertama mereka ketika berbulan madu. Anak tertua bernama Viena, anak kedua bernama Suci dan ketiga bernama Dhenok. Entah bagaimana ceritanya, pokoknya ada kesan hemat dari kedua orang tua mereka, sehingga resepsi pernikahan ketiganya dilaksanakan bersamaan. Untungnya acara bulan madu mereka tidak bersamaan. Viena pergi ke Nias, Suci ke Pulau seribu dan Dhenok ke Bali.
Namanya orang tua sayang anak, kedua orang tua itu minta dikirimi khabar tentang segala yang terjadi saat berbulan madu mereka. Namun agar tidak terlalu vulgar mereka menggunakan kode/sandi tentang motto-motto iklan. Tiga hari setelah kepergian anak-anak mereka, diterimalah kartu pos pertama dari Viena di Nias. Isi beritanya cukup singkat “STANDARD CHARTERED”. Setelah membaca berita tersebut mereka mencari iklan standard chartered di Koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi “BESAR, KUAT DAN BERSAHABAT”. Tersenyumlah orang tua itu.
Hari ke-4 datang kartu pos kedua dari Suci di Kepulauan seribu dengan isi berita singkat “NESCAFE”. Setelah membaca kartu pos tersebut buru-buru orang tua mencari iklan NESCAFE dan dijumpai berbunyi “NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR”. Makan kedua orang tua itupun tersenyum bahagia. Hari ke-5,6 hingga ke-7 tidak ada berita dari si bungsu. Memasuki minggu ke-2 datanglah kartu pos dari Bali dari dhenok dengan isi berita hanya “CATHAY PACIFIC”. Segera mereka mencari iklan di koran, dan betapa terkejutnya setelah tahu bunyi iklan cathay pacific yaitu “7 KALI SEMINGGU, 3 JAM SEHARI NONSTOP”